Selasa, 12 Mei 2015

Bab 1 Faktor Manusia dalam IMK

Manusia merupakan elemen terpenting dalam interaksi manusia dan komputer, yaitu sebagai subjek sekaligus sebagai objek
  • Manusia dapat dipandang sebagai sistem pemroses informasi.
  • Model sederhana :
    • Informasi diterima dan ditanggapi melalui saluran I/O
    • Informasi disimpan dalam ingatan (memory)
    • Informasi diproses dan diaplikasikan dalam pelbagai cara.
Kemampuan manusia dalam hal ini sangat penting dalam mendesain yang berbeda antara satu orang dengan orang lainnya
Aspek dalam sistem komputer
  • Aspek hardware
  • Aspek software
  • Aspek brainware
Kegiatan memodelkan manusia adalah kegiatan yang cukup sulit karena manusia menggunakan panca indera
Panca indera:
  • Mata: benda, ukuran, warna, bentuk, kepadatan, dan tekstur
  • Telinga: nada, warna nada, pola titik nada, intensitas, frekuensi
  • Hidung: membedakan bau
  • Lidah: membedakan rasa manis, kecut, pahit, asin
  • Kulit: merasakan tekanan dan suhu


1.  Kecapakan Manusia dan Komputer
Berikut merupakan tabel yang membedakan kecakapan antara manusia dan komputer

image

2. Istilah dalam Penglihatan/Visual
  • Luminans
    • Banyaknya cahaya yang dipantulkan oleh permukaan obyek
    • Semakin besar luminans sebuah obyek, rincian obyek yang dapat dilihat oleh mata akan semakin bertambah

imageimage
  • Kontras
    • Selisih antara luminans obyek dengan luminans latar belakang
    • Nilai kontras dapat positif atau negatif
    • Nilai kontras negatif akan membuat obyek tidak nampak

  • Kecerahan
    • Tanggapan subyektif pada cahaya
    • Tidak ada kaitan dengan luminans dan kontras, namun luminans dapat berimplikasi pada kecerahan

  • Sudut dan ketajaman penglihatan
    • Sudut penglihatan (visual angle): sudut yang dibentuk antara obyek dengan mata
    • Ketajaman penglihatan (visual acuity): sudut penglihatan minimum ketika mata masih dapat melihat sebuah obyek dengan jelas

  • Medan penglihatan: sudut yang dibentuk ketika mata bergerak ke kiri terjauh dan ke kanan terjauh
    • Daerah I, penglihatan binokuler
    • Daerah II, penglihatan monokuler kiri
    • Daerah III, penglihatan monokuler kanan
    • Daerah IV, daerah buta
image
 
3. Penggunaan Warna yang Efektif
  1. Aspek psikologis
    • Hindarkan penggunaan warna seperti cyan, magenta, dan kuning secara bersama-sama, karena dapat menimbulkan kelelahan mata.
    • Hindarkan warna biru untuk garis tipis, teks dan bentuk kecil, sebab sistem penglihatan kita tidak disiapkan untuk rangsangan yang tajam, terinci dan bergelombang pendek.
    • Pertimbangkan warna tajam untuk pengguna usia tua.
    • Warna akan berubah jika aras cahaya sekeliling berubah dan juga akibat penambahan dan penurunan kontras.
    • Perubahan warna yang dapat dideteksi bervariasi untuk warna yang berbeda. Merah dan ungu sukar dideteksi dibandingkan dengan kuning, hijau atau biru
    • Hindarkan warna merah dan hijau dalam skala besar pada tempat berseberangan. Warna yang cocok adalah biru-kuning
    • Warna berlawanan yang dapat digunakan bersama-sama mis: merah-hijau dan biru-kuning. Kombinasi hijau-biru memberikan citra jelek
    • Hindarkan perubahan warna tunggal untuk menolong pengguna dengan keterbatasan dalam melihat warna
  2. Aspek kognitif
    • Jangan menggunakan warna secara berlebihan.
    • Kelompokkanlah elemen-elemen yang saling berkaitan dengan warna latar belakang yang sama.
    • Warna yang sama “membawa” pesan yang serupa
    • Kecerahan dan saturasi akan menarik perhatian.
    • Urutkan warna sesuai dengan posisi spektralnya.
    • Warna hangat (panjang gelombang besar) dapat digunakan untuk menunjukkan aras tindakan.
4. Indera pendengaran
  • Merupakan indera terpenting kedua setelah mata
  • Sayangnya belum banyak mendapat tempat dalam IMK
  • Deteksi suara dalam batas normal : 20 Hertz – 20 Khertz atau 20 dB– 140 dB (decible)
image
5. Sentuhan
  • Merupakan urutan ketiga terpenting
  • Sangat penting jika pendengaran user kurang peka atau tidak berfungsi sama sekali
  • Aplikasi : penggunaan tuts keyboard dan mause yang nyaman/lembut
image
6. Memori Manusia
image

Sensory stores
  • Dapat dipandang sebagai sekumpulan register penyangga temporer
  • Informasi yang masuk akan dinyatakan dalam bentuk tak terproses atau tak terkodekan
  • Informasi disimpan dalam bentuk fisik dan bukan dalam bentuk simbolik
Short-term memory (Memori jangka pendek)
  • Dapat dipandang sebagai penyimpan temporer
  • Informasi yang masuk akan dinyatakan dalam bentuk terkodekan bukan dalam bentuk fisik
  • Sering disebut sebagai working memory
Long-term memory (Memori jangka panjang)
  • Informasi yang masuk melalui kesadaran penuh yang disebut proses “belajar” atau lewat proses bawah sadar yang terjadi berulang-ulang
  • Berbasis semantik dan diakses secara asosiatif
  • Sifat penyimpanannya sukar dilupakan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar